Di Bali dikenal yang namanya Nasi Sela (hurup e dibaca seperti e pada kata 'eyang'). Sela merupakan bahasa lain dari Ubi jalar. Nasi ini sangat terkenal di pedesaan karena bisa mengirit persediaan beras, tetapi sekarang masyarakat perkotaan juga banyak yang memburu nasi sela. Karena apa yah.... karena makanan ini unik dan bisa menjadi diversifikasi rasa dari nasi yang selama ini dimakan. Rasa yang ditawarkan benar-benar spesial. Campuran antara nasi dan sela bisa memberikan cita rasa khas, selain juga kaya manfaat bagi kesehatan.
Nasi sela berawal dari jaman dahulu kala saat beras masih menjadi barang langka di Bali. Cerita turun temurun di masyarakat mengatakan bahwa, kakek nenek hanya makan nasi full dari beras pas saat hari raya galungan, selainnya hanya makan nasi jagung ataupun nasi sela. namun ternyata, setelah jaman kemerdekaan dan beras menjadi bahan makanan pokok, makanan tradisional Bali ini masih juga digemari.
Nasi sela sangat sederhana. Hanyalah beras yang dimasak bersama cincangan umbi ubi jalar. Tidak hanya ubi jalar, tetapi juga ketela. Namun rasanya sedikit berbeda, Ubi jalar memberikan cita rasa khas yang sedikit manis, sedangkan ketela lebih tawar. Selain itu, Ubi jalar bisa membuat nasi jadi lebih lembut, dan tentunya enak kalau dimakan pas panas bersama pindang goreng bumbu tomat dan kuah. Hmm... membayangkannya aja jadi ngiler, inget nasi sela bikinin nenek >.<
Namun pengolahan yang lebih modern dan maju, bisa menyajikan nasi sela dalam rasa paket yang lebih enak. Nasi sela banyak disuguhkan dalam nasi bungkus, nasi jinggo ataupun di restoran-restoran khas bali. Bicara soal rasa, makanan khas Bali ini dijamin akan memberikan pengalaman tersendiri.
Jadi, bagi kalian yang akan main ke Bali, nasi sela patut dicoba. hehehe... suer, jadi inget masakan nenek.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar